Penyempitan Pembuluh Darah Jantung
Aterosklerosis dan Efek Buruknya
Kolesterol yang berlebihan dalam darah akan mudah melekat pada dinding sebelah dalam pembuluh darah. Selanjutnya, LDL akan menembus dinding pembuluh darah melalui lapisan sel endotel, masuk ke lapisan dinding pembuluh darah yang lebih dalam yaitu intima.
“LDL disebut lemak jahat karena memiliki kecenderungan melekat di dinding pembuluh darah sehingga dapat menyempitkan pembuluh darah. LDL ini bisa melekat karena mengalami oksidasi atau dirusak oleh radikal bebas,” kata dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK.
LDL yang telah menyusup ke dalam intima akan mengalami oksidasi tahap pertama sehingga terbentuk LDL yang teroksidasi. LDL-teroksidasi akan memacu terbentuknya zat yang dpat melekatkan dan menarik monosit (salah satu jenis sel darah putih) menembus lapisan endotel dan masuk ke dalam intima.
Disamping itu LDL-teroksidasi juga menghasilkan zat yang dapat mengubah monosit yang telah masuk ke dalam intima menjadi makrofag. Sementara itu LDL-teroksidasi akan mengalami oksidasi tahap kedua menjadi LDL yang teroksidasi sempurna yang dapat mengubah makrofag menjadi sel busa.
Sel busa yang terbentuk akan saling berikatan membentuk gumpalan yang makin lama makin besar sehingga membentuk benjolan yang mengakibatkan penyempitan lumen pembuluh darah.
Keadaan ini akan semakin memburuk karena LDL akan teroksidasi sempurna juga merangsang sel-sel otot pada lapisan pembuluh darah yang lebih dalam (media) untuk masuk ke lapisan intima dan kemudian akan membelah-belah diri sehingga jumlahnya semakin banyak.
Timbunan lemak di dalam lapisan pembuluh darah (plak kolesterol) membuat saluran pembuluh darah menjadi sempit sehingga aliran darah kurang lancar.
Plak kolesterol pada dinding pembuluh darah bersifat rapuh dan mudah pecah, meninggalkan “luka” pada dinding pembuluh darah yang dapat mengaktifkan pembentukan bekuan darah.
Karena pembuluh darah sudah mengalami penyempitan dan pengerasan oleh plak kolesterol, maka bekuan darah ini mudah menyumbat pembuluh darah secara total. Kondisi ini disebut dengan aterosklerosis.
Aterosklerosis bisa terjadi pada arteri di otak, jantung, ginjal, organ vital lainnya dan lengan serta tungkai.
Jika aterosklerosis terjadi di dalam arteri yang menuju ke otak (arteri karotid), maka bisa terjadi stroke. Jika terjadi di dalam arteri yang menuju ke jantung (arteri koroner), bisa terjadi serangan jantung.

Filed under: ARTIKEL KESEHATAN Ditandai: | 4life transfer factor, 4life transfer factor plus, Antioksidan, arteri karotid, artikel penyakit jantung, asam urat, Aterosklerosis dan Efek Buruknya, boost immune system, Cardio Targeted Transfer Factor, ciri-ciri penyakit jantung, Coenzyme Q-10, Copper, darah tinggi, diet kolesterol, Folate, Garlic, gaya hidup sehat, gejala penyakit, gejala penyakit jantung, Gejala serangan jantung, Gejala Stroke, Ginger Oil, Ginkgo biloba, Hawthorn, jantung koroner, kesehatan Kardiovaskular, kolesterol ldl, kolesterol makanan, kolesterol trigliserida, Kolesterol yang berlebihan dalam darah, LDL lemak jahat, lemak di dalam lapisan pembuluh darah, macam macam penyakit jantung, Magnesium, Membasmi Kuman Yang Menyerang Pembuluh Darah Jantung, Memperlancar peredaran darah, Menurunkan Kadar Kolesterol LDL, menurunkan kolesterol, Niacin, obat jantung, obat kolesterol, pembuluh darah, pencegahan penyakit jantung koroner, pengobatan jantung koroner, penyakit jantung, penyakit jantung dan stroke, penyakit kolesterol, penyempitan dan pengerasan pembuluh darah, penyempitan pembuluh darah, Penyempitan Pembuluh Darah Jantung, plak kolesterol, Potassium, radikal bebas, Red Rice Yeast Extract, Resveratrol, sel darah putih, Selenium, serangan jantung, sistem imun tubuh, stroke, tanda tanda penyakit jantung, test kolesterol, transfer factor, transfer factor indonesia, Vitamin A, Vitamin B12, Vitamin B6, Vitamin C, Vitamin E, Zinc.














