Rendah kewaspadaan wanita terhadap KANKER SERVIKS

SURABAYA, KAMIS – Kewaspadaan wanita terhadap kanker serviks atau  mulut rahim amat rendah. Padahal, penyakit itu menduduki peringkat pertama dalam daftar kanker yang menyerang wanita. Di RSU Dr Soetomo saja, setiap hari kerja tercatat delapan pasien baru untuk kanker mulut rahim.

Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi Brahmana Askandar mengatakan, amat jarang perempuan memeriksakan diri dengan dengan pap smear secara rutin. Ketidaktahuan tentang pemeriksaan itu menjadi salah satu penyebab masyarakat tidak menggunakannya.

“Kalau diperiksa secara rutin, dampak lebih buruk bisa dicegah. Sayangnya banyak yang datang ke dokter setelah stadium lanjut. Rata-rata ada delapan pasien baru di RSU Dr Soetomo setiap dengan stadium lanjut,” ujarnya di Surabaya, Kamis (31/1).

Di Amerika Serikat, angka kematian akibat kanker mulut rahim bisa ditekan bukan karena teknologi kedokteran lebih maju. Tetapi, perempuan di sana lebih rutin memeriksakan diri dengan pap smear yaitu pengambilan cairan vagina sebagai bahan uji untuk mengetahui keberadaan sel kanker.

Dengan pemeriksaan rutin, kanker bisa dideteksi sejak dini. Deteksi dini membuat kanker lebih mudah dan murah diatasi dengan kemungkinan sembuh lebih besar. “Pada tahap awal, kanker bisa diatasi dengan operasi. Kalau sudah stadium lanjut, hanya bisa dengan kemoterapi dan radioterapi,” ujarnya.

Pasien harus membayar Rp 8 juta untuk setiap kemoterapi. Terapi itu harus dilakukan berkali-kali agar sel kanker terbunuh. “Tarif rata-rata setiap kali pap smear di Surabaya berkisar antara Rp 60.000 hingga 200.000. Pemeriksaan rutin cukup sekali setahun,” ujarnya.

Selain dengan pemeriksaan rutin, perempuan juga bisa meminimalkan risiko lewat vaksin. Untuk setiap paket vaksin saat ini, perempuan terproteksi selama 5 tahun terhadap virus utama penyebab kanker mulut rahim. Sebanyak 70 kasus kanker itu disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) versi 16 dan 18. “Jadi tetap harus diperiksa secara rutin karena masih ada potensi tertular 30 persen,” ujarnya.

Vaksin itu sebaiknya diberikan sebelum hubungan seksual pertama. Pasalnya, 70 persen kasus transfer HPV terjadi lewat hubungan seksual. “Sisanya transfer dengan cara lain,” tuturnya.

KINI … pencegahan dan perawatan penyakit Kanker termasuk Kanker Serviks dapat dilakukan dengan mendidik sistem imun tubuh kita menjadi lebih Cerdas agar dapat dengan cepat mengenali, menyerang & mengingat ” musuh” / sel-sel asing / sel-sel kanker.

Dengan mengkonsumsi TRANSFER FACTOR pendidik Sistem Imun terbaik di dunia, produk Unik tanpa pesaing dan Patented yang telah terdaftar dalam Physician’ Desk Reference (PDR-USA) atau Buku Rujukan Para Dokter di USA sejak tahun 2003 sampai sekarang.

sumber: kompas, 31 januari 2008

2 Tanggapan

  1. Salam kenal…
    Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.